Keseimbangan Pasar dan Struktur Pasar - chorina study blog

lets smart together!~


Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 04 April 2019

Keseimbangan Pasar dan Struktur Pasar

Keseimbangan Pasar dan Struktur Pasar


Hasil gambar untuk keseimbangan dan struktur pasar


PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A.  Permintaan

Dalam kehidupan sehari hari definisi permintaan sering hanya diartikan sebagai jumlah barang yang diinginkan atau dibutuhkan oleh konsumen. Tetapi dalam pengertian ekonomi permintaan diartikan lebih jauh lagi yaitu tidak sekedar keinginan (want) dari konsumen, melainkan permintaan terhadap sejumlah barang akan berarti jika memang konsumen menuntut untuk dipenuhinya keinginan tersebut atau sampai pada taraf kebutuhan (need, yaitu keinginan yang menuntut untuk segera dipenuhi), berarti perlu didukung oleh daya beli.

Dari uraian diatas, maka secara sederhana permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga. Secara lengkap permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen/pelanggan pada berbagai kemungkinan harga selama periode tertentu dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap.

1.  Hukum Permintaan

Sifat keterkaitan antara permintaan terhadap suatu barang dan harganya dijelaskan dalam Hukum Permintaan yang berbunyi sebagai berikut:

“Apabila harga suatu barang turun maka permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah, sebaliknya jika harga suatu barang naik maka permintaan terhadap barang akan berkurang”.


Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan

Permintaan individu atau masyarakat terhadap suatu barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.

a)     Harga

Harga merupakan factor paling signifikan dalam mempengaruhi konsumen untuk melakukan permintaan. Jika suatu saat harga barang tersebut naik maka permintaan atas barang tesebut akan cenderung berkurang sedangkan apabila harga barang tersebut turun maka permintaan maka permintaan akan barang tersbut akan cenderung naik.

b)    Harga Barang Substitusi dan Barang Komplementer

Permintaan terhadap suatu barang dapat dipengaruhi oleh harga barang-barang lain yang ada kaitannya seperti barang dapat saling menggantikan (substitusi) dan barang yang saling melengkapi (komplementer).

Naik turunnya harga barang pengganti (substitusi) dapat memengaruhi permintaan terhadap barang yang digantikannya. Misalnya, jika harga tiket kereta api naik maka akan memengaruhi naiknya permintaan tiket bus, demikian pula jika harga tiket kereta api turun, maka permintaan tiket bus akan ikut menurun.

Demikian pula dengan barang yang saling melengkapi (komplementer). Barang komplementer atau barang pelengkap yaitu barang yang akan memberikan manfaat penuh apabila digunakan bersama-sama dengan barang lainnya. Misalnya, kopi dan gula, jarum dan benang, bensin dan motor, kapur dan papan, kamera dan film, dan sebagainya. Apabila harga kamera turun, maka dimungkinkan permintaan film akan bertambah. Sebaliknya jika harga kamera naik maka dimungkinkan permintaan film akan turun.

c)     Pendapatan

Pendapatan konsumen (sebagai pembeli) merupakan faktor yang sangat penting di dalam menentukan permintaan terhadap berbagai jenis barang. Bila pendapatan konsumen meningkat, berarti daya beli juga meningkat.

Bayangkan saja, seandainya kalian mempunyai banyak uang, tentu kalian ingin membelanjakan uang tersebut dan tidak memperdulikan tinggi rendahnya harga. Lain halnya, jika kalian mempunyai uang pas-pasan. Kalian akan berpikir dua kali untuk membelanjakan uang tersebut, dan kemungkinan kalian akan mencari harga barang yang lebih murah dan sesuai dengan kemampuan dana yang kalian miliki.

d)   Jumlah Penduduk

Pertambahan jumlah penduduk jelas menambah jumlah barang yang dikonsumsi, akan tetapi proporsinya akan sangat tergantung pada pertambahan dalam kesempatan kerja. Apabila pertambahan penduduk diiringi oleh pertambahan dalam kesempatan kerja, maka akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan, sehingga daya beli masyarakat akan meningkat. Meningkatnya daya beli masyarakat berarti akan meningkatkan permintaan terhadap barang atau jasa.

e)   Intensitas kebutuhan mayarakat

Apabila kebutuhan masyarakat tidak begitu mendesak maka permintaan akan cenderung menurun, sebaliknya jika kebutuhan mendesak maka permintaan akan cenderung meningkat.

f)    Selera Konsumen

Selera konsumen mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang atau jasa-jasa. Contohnya, pada masa-masa tertentu orang lebih suka terhadap barang konsumsi yang bersifat instan (siap saji), sehingga permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah. Akan tetapi pada saat yang lain orang akan meninggalkan barang konsumsi yang bersifat instan tersebut karena mengandung bahan pengawet yang berbahaya untuk kesehatan sehingga permintaan terhadap barang konsumsi tersebut akan berkurang.

g)   Ekspektasi harga di masa depan



Perubahan yang diramalkan akan terjadi di masa datang akan dapat memengaruhi permintaan. Jika para konsumen meramalkan bahwa akan terjadi kenaikan harga-harga barang di masa mendatang, maka pada saat sekarang konsumen akan melakukan pembelian yang lebih banyak terhadap barang-barang yang akan mengalami kenaikan harga tersebut. Contoh, saat BBM akan naik, konsumen akan melakukan pembelian BBM lebih banyak sebelum BBM naik, bahkan mungkin ada yang menimbunnya.


2.  Kurva Permintaan


 


Kurva permintaan bergerak dari kiri atas kearah kanan bawah. Ini dilihat dari gambar diatas. Harga barang (P) = 6.000 menjadi (turun) 5.750, mengakibatkan bertambahnya jumlah barang  yang diminta (Q) dari 20 menjadi 40 ( titik G berpindah ke titik F) dan seterusnya.

Semakin turun harganya, jumlah barang yang diminta semakin banyak, sehingga kurva bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Pergerakan sepanjang kurva permintaan menunjukkan bahwa bertambah atau berkurangnya permintaan terhadap suatu barang disebabkan oleh perubahan harga itu sendiri.


3.  Perubahan kurva permintaan

Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan terhadap suatu barang yang disebabkan oleh perubahan faktor-faktor di luar harga barang itu sendiri. Faktorfaktor tersebut adalah pendapatan, selera, jumlah penduduk, promosi perusahaan, dan ramalan di masa datang (faktor-faktor ini telah dijelaskan sebelumnya).

Setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu, akan menggeser kurva permintaan ke kanan. Sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan jumlah permintaan akan menggeser kurva permintaan ke kiri. Pergeseran kurva permintaan secara ilustratif dapat digambarkan sebagai berikut:



Kurva Permintaan

B.   Penawaran

Transaksi di pasar tidak terwujud bila hanya ada permintaan dari pihak pembeli saja. Permintaan dapat terwujud apabila ada barang-barang dan atau jasa yang disediakan penjual (penawaran). Dengan demikian, bila ada permintaan dan penawaran terjadilah transaksi di pasar.

Adapun yang dimaksud penawaran adalah sejumlah barang dan atau jasa yang ditawarkan oleh produsen pada tingkat harga tertentu. Keinginan para penjual dalam menawarkan barang-barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor.


1.   Hukum Penawaran      

Hukum penawaran pada dasarnya menjelaskan sifat hubungan antara harga barang dan jasa dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan para penjual. Hukum penawaran mengatakan bahwa apabila harga suatu barang meningkat maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah. Sebaliknya apabila harga suatu barang menurun maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan berkurang.


2.  Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran

Dalam menawarkan barang dan jasa di pasar, penjual biasanya akan memperhatikan beberapa faktor, antara lain:

a.   Harga barang itu sendiri

Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan.

b.  Biaya produksi

Biaya produksi berkaitan langsung dengan penentuan harga jual. Jika biaya produksi mengalami kenaikan maka harga barang akan cenderung naik, sehingga produsen cenderung mengurangi jumlah produksinya akibatnya jumlah penawaranpun akan berkurang. Sebaliknya jika biaya produksi turun, produsen akan menambah jumlah produksi sehingga akan mampu menambah jumlah penawaran.

c.   Teknologi yang digunakan

Teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan banyak barang yang dapat ditawarkan. Semakin canggih alat-alat yang digunakan dalam kegiatan produksi, makin mempercepat proses produksinya sehingga produk yang dihasilkan semakin banyak juga. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi mutu barang, dan dapat menciptakan barang-barang baru. Dengan demikian kemajuan teknologi cenderung menimbulkan kenaikan penawaran dan keuntungan pun bertambah tinggi.

d.  Pajak

Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

e.  Harga barang lain

Jumlah suatu barang yang ditawarkan dapat bertambah karena menurunnya harga barang yang lain.

Misalkan sebuah perusahaan memproduksi dua macam barang yaitu sepatu dan tas kulit, kalau harga tas kulit cenderung turun maka perusahaan akan mengurangi produksi barang yang harganya turun (tas kulit) dan menambah produksi barang yang harganya relatif tetap (sepatu).


3.  Kurva Penawaran



  

Kurva penawaran begerak dari kiri bawah ke kanan atas. Ini berarti bahwa antara harga barang (P) dan jumlah penawaran barang (Q) mempunyai hubungan searah. Jadi, jika harga barang (P) mengalami kenaikan maka jumlah barang (Q) yang ditawarkan akan bertambah, dan sebaliknya jika harga barang (P) mengalami penurunan maka jumlah barang (Q) yang ditawarkan akan berkurang.


4.  Perubahan Kurva Penawaran

Kurva penawaran



    


·     Proses terbentuknya keseimbangan pasar

Proses tawar-menawar merupakan cara yang paling banyak dilakukan oleh penjual dan pembeli dalam menetapkan harga. Harga suatu barang terbentuk apabila tercapai kesepakatan antara pembeli dan penjual.


Harga Keseimbangan


1.     Pengertian Harga Keseimbangan

Pada dasarnya proses terbentuknya harga terjadi ketika tercapainya tingkat keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Dapat dikatakan bahwa harga keseimbangan atau harga pasar (equilibrium price) adalah harga yang terjadi apabila jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Bila ditunjukkan dalam bentuk kurva, maka harga keseimbangan merupakan perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran.

Dalam harga keseimbangan berlaku hukum permintaan dan penawaran yang berbunyi bila jumlah permintaan lebih besar dari pada jumlah penawaran, maka harga akan naik, sedangkan jika jumlah penawaran lebih besar dari jumlag permintaan, maka harga akan turun.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel di bawah ini.


Permintaan dan penawaran suatu barang pada berbagai tingkat harga.

Dari tabel di atas dapat dibuat kurva sebagai berikut.


Kurva harga keseimbangan.



2.    Perubahan Harga Keseimbangan

Harga keseimbangan dapat mengalami pergeseran/perubahan yang disebabkan oleh pergeseran kurva permintaan dan kurva penawaran.


a.  Pengeseran Kurva Permintaan



Harga keseimbangan di pasar akan mengalami perubahan karena adanya faktor-faktor yang memengaruhi permintaan. Pada keadaan ini, ceteris paribus tidak berlaku. Perubahan kurva permintaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Pengeseran kurva permintaan ke kanan berarti adanya kenaikan jumlah barang yang diminta. Jika penawaran tidak berubah, maka akan mengakibatkan kenaikan harga dan kenaikan jumlah barang yang terjual/terbeli. Sebaliknya pergeseran kurva penawaran ke kiri berarti terjadi penurunan permintaan, sehingga harga barang akan mengalami penurunan.

Dari penjelasan di atas dapat digambarkan dalam kurva Gambar berikut:

b.  Pergeseran Kurva Penawaran


Harga keseimbangan saat terjadi pergeseran kurva permintaan.




Harga keseimbangan saat terjadi pergeseran kurva penawaran.


Dari Gambar diatas dapat dijelaskan bahwa pergeseran kurva penawaran ke kanan berarti terjadi kenaikan jumlah barang yang ditawarkan. Jika permintaan tetap, maka harga akan mengalami penurunan. Sebaliknya pergeseran kurva penawaran ke kiri berarti terjadi penurunan jumlah penawaran barang, maka harga akan mengalami kenaikan.


3.    Golongan Pembeli dan Penjual

Di dalam pasar, terdapat golongan pembeli dan penjual. Adapun pembeli terbagi atas tiga golongan sebagai berikut.

a.    Pembeli marginal adalah pembeli yang mempunyai daya beli sama dengan harga pasar

b.    Pembeli supermarginal adalah pembeli yang mempunyai daya beli di atas harga pasar

c.    Pembeli submarginal atau pembeli yang tidak mampu untuk membayar harga pembelian itu.


Sementara itu golongan penjual/produsen, terdiri atas tiga golongan berikut ini.

a.      Penjual marginal, adalah produsen yang berani menjual dengan harga pokok sama dengan harga pasar,

b.    Penjual supermarginal, adalah produsen yang berani menjual dengan harga pokok di bawah harga pasar,

c.    Penjual submarginal, adalah produsen yang berani menjual dengan harga pokok di atas harga pasar.




 

·     Elastisitas permintaan dan penawaran

Dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh suatu masyarakat atau negara menunjukkan bahwa kegiatan permintaan dan penawaran sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya harga barang yang berlaku. Dengan demikian perubahan harga akan memengaruhi besarnya jumlah barang yang diminta (permintaan) dan jumlah barang yang ditawarkan (penawaran). Seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang dapat dihitung dengan menggunakan rumus elastisitas.


Wawasan Ekonomi

Harga adalah nilai barang yang ditentukan dengan uang atau alat tukar lain yang senilai, yang harus dibayarkan untuk barang dan jasa pada waktu tertentu di pasar tertentu.

1.  Definisi Elastisitas

Elastisitas (pemuluran) adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi yang lain.

Elastisitas terbagi dalam tiga macam, yaitu sebagai berikut.

a.    Elastisitas harga (price elasticity) yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.

b.    Elastisitas silang (cross elasticity) adalah persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (y).

c.    Elastisitas pendapatan (income elasticity) yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen.

2.  Elastisitas Permintaan




Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas yang disingkat E, yang dinyatakan dengan rumus berikut ini.

 

Keterangan:

ΔQ    : perubahan jumlah permintaan

ΔP     : perubahan harga barang

P        : harga mula-mula

Q       : jumlah permintaan mula-mula

Ed      : elastisitas permintaan


3.  Elastisitas Penawaran

Elastisitas penawaraan (elasticity of supply) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang. Adapun yang dimaksud koefisien elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan perubahan harganya. Besar kecilnya koefisien elastisitas penawaran dapat dihitung dapat dengan rumus sebagai berkut.


Keterangan:

ΔQ    : perubahan jumlah penawaran

ΔP     : perubahan harga barang

P        : harga barang mula-mula

Q       : jumlah penawaran mula-mula

Es      : elastisitas penawaran


Peran Pasar dalam Perekonomian

·     Pengertian pasar

Pengertian  pasar secara konkret adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual. Dalam ilmu ekonomi, pengertian pasar lebih dititikberatkan pada kegiatan jual belinya. Pasar dapat terbentuk di mana saja dan kapan saja.

Syarat-syarat terbentuknya pasar:

1.     Adanya penjual

2.    Adanya pembeli

3.    Adanya barang atau jasa yang diperjualbelikan

4.    Terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli


·     Peran pasar dalam perekonomian

Keberadaan pasar mempunyai fungsi yang penting. Bagi konsumen, adanya pasar akan mempermudah dalam memperoleh barang dan jasa kebutuhan sehari-hari. Adapun bagi produsen, pasar menjadi tempat untuk mempermudah proses penyaluran barang hasil produksi. Secara umum, pasar mempunyai tiga fungsi utama, yaitu sebagai sarana distribusi, pembentukan harga, dan sebagai tempat promosi.


a.    Pasar sebagai Sarana Distribusi

Pasar sebagai sarana distribusi, berfungsi memperlancar proses penyaluran barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. Dengan adanya pasar, produsen dapat berhubungan dengan konsumen, baik secara langsung maUpun tidak langsung untuk menawarkan hasil produksinya.


b.    Pasar sebagai Pembentuk Harga

Pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli untuk ber-transaksi. Interaksi antam pembeli dan penjual di pasar akan mendorong ter-bentuknya harga. Dengan demikian, pasar berfungsi sebagai pembentuk harga.


c.    Pasar sebagai Sarana Promosi

 Pasar sebagai sarana promosi artinya pasar menjadi tempat untuk memperkenalkan dan menginformasikan suatu barang/jasa tentang manfaat, keunggulan, dan kekhasannya pada konsumen. Promosi dilakukan untuk menarilc minat pembeli terhadap barang atau jasa yang diperkenalkan. Biasanya produsen yang menawarkan barang dengan harga murah dan kualitasnya bagus alcan menjadi pilihan konsumen.


·     Macam-macam pasar

1.  Pasar menurut Pelayanan dan Kelengkapannya

a.    Pasar tradisional, dalam pasar tradisional, pembeli dilayani langsung oleh penjual, sehingga dimungkinkan masih terjadi tawar menawar harga. Contoh pasar Beringharjo di Yogyakarta, pasar Johar di Semarang.

b.    Pasar modern, dalam pasar modern, pelayanan dilakukan secara mandiri dan dilayani oleh pramuniaga.


2.  Pasar menurut Fisik

a.    Pasar kongkret/riil, adalah pasar di mana penjual dan pembeli bertemu langsung dan barang yang diperjualbelikan benar-benar ada. Ciri-cirinya: transaksi tunai, barang dapat  langsung dibawa,barang yang diperjualbelikan benar-benar ada dan penjual pembeli bertemu langsung.

b.    Pasar abstrak, adalah pasar di mana penjual dan pembali tidak bertemu secara langsung dan barang yang diperjualbelikan tidak tersedia secara langsung. Ciri-cirinya: transaksi berlandaskan rasa percaya, penjual pembeli berada di tempat yang berbeda, barang yang diperjualbelikan tidak tersedia (hanya contohnya saja).\


3.  Pasar menurut Waktu Terjadinya

a.    Pasar harian, pasar yang penyelenggaraannya setiap hari.

b.    Pasar mingguan, pasar yang penyelengggaraanya setiap seminggu sekali.

c.    Pasar bulanan, pasar yang penyelenggaraanya sebulan sekali.

d.    Pasar tahunan, pasar penyelenggaraannya setahun


4.  Pasar  menurut Luas Wilayah Kegiatannya

a.    Pasar lokal, pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu, barang yang diperjualbelikan adalah barang kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

b.    Pasar nasional, pasar yang daerah pemasarannya meliputi wilayah satu negara, barang yang diperjualbelikan adalah barang yang dibutuhkan masyarakat negara tersebut.

c.    Pasar regional, adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara di wilayah tertentu dan biasanya didukung dengan perjanjian kerjasama misalnya AFTA di wilayah Asia Tenggara.

d.    Pasar internasional/pasar dunia, adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi seluruh kawasan dunia, barang yang diperjualbelikan adalah barang yang dibutuhkan semua masyarakat dunia


5.  Pasar menurut Barang yang Diperjualbelikan

a.    Pasar barang konsumsi, adalah pasar yang memperjualbelikan barang yang secara langsung dapat dikonsumsi, misalnya pasar sembako, pasar buah.

b.    Pasar barang produksi,  adalah pasar yang memperjualbelikan barang produksi atau faktor-faktor produksi, misalnya pasar bibit ikan, pasar mesin-mesin pabrik, bursa tenaga kerja.


6.  Pasar menurut Bentuk/Organisasi Pasar

a.    Pasar persaingan sempurna (perfect competition market), adalah pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli sehingga harga tidak bisa ditentukan oleh masing-masing penjual/pembeli.

Ciri-cirinya:

1.      Pengetahuan penjual dan pembeli sempurna

2.      Penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar

3.      Penjual dan pembeli banyak

4.      Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen

b.    Pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition market), adalah pasar di mana jumlah pembeli lebih banyak daripada jumlah penjual.

Ciri-ciri:

1.      Pengetahuan pembeli tentang pasar terbatas

2.      Terdapat hambatan nutuk memasuki pasar

3.      Jumlah penjual sedikit

4.      Barang yang diperjualbelikan heterogen


Pasar persaingan tidak sempurna dibedakan menjadi:

1.  Pasar monopoli, adalah pasar yang sepenuhnya dikuasai satu penjual. Contoh: PLN menguasai listrik di Indonesia.

Ciri-ciri:

1.      Terdapat satu penjual dan banyak pembeli.

2.      Harga ditentukan oleh penjual.

3.      Tidak ada barang lain yang dapat menggantikan barang yang diperjualbelikan.

4.      Ada rintangan bagi penjual baru yang ingin masuk.


Penyebab timbulnya pasar monopoli:

1.     Ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang

2.    Penggabungan dari berbagai perusahaan

3.    Adanya hak paten atas hasil karya


Hambatan yang terjadi pada pasar monopoli:

1.     Penetapan harga serendah mungkin

2.    Adanya kepemilikan terhadap hak paten/hak cipta dan hak eksklusif

3.    Pengawasan yang ketat terhadap agen dan distributor

4.    Adanya skala ekonomis yang sangat besar

5.    Memiliki sumber daya yang unik


2.  Pasar duopoli, yaitu pasar yang dikuasai oleh dua penjual. Contoh: Caltex dan Pertamina menguasai minyak pelumas.

Ciri-ciri:

1.  Terdapat dua penjual dan banyak pembeli.

2.  Harga ditentukan secara sepihak oleh kedua penjua

3.  Pasar oligopoli,  yaitu pasar yang dikuasai oleh beberapa penjual. Contoh: Honda, Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki menguasai sepeda motor.

Ciri-ciri:

1.      Terdapat beberapa penjual dan banyak pembeli

2.      Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen

3.      Terdapat hambatan bagi penjual baru

4.      Adanya saling ketergantungan

5.      Penggunaan iklan sangat intensif

4.     Pasar monopolistik,  yaitu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menjual barang yang sama tetapi dengan berbagai macam variasi.

Ciri-ciri:

1.      Terdapat banyak produsen

2.      Barang yang diperjualbelikan sama tetapi dengan berbagai macam variasi

3.      Adanya kemudahan bagi produsen baru untuk menawarkan produknya

4.      Selalu terbuka peluang untuk menciptakan persaingan


5.  Pasar monopsoni, yaitu pasar dimana terdapat banyak penjual tetapi pembelinya hanya satu.

Ciri-ciri:

1.     Terdapat banyak produsen

2.    Pembeli hanya satu

3.    Para produsen bersaing keras untuk memberikan pelayanan dan harga serendah mungkin


·     Struktur pasar/ bentuk pasar

1.  Pasar Persaingan Sempurna

Pasar Persaingan Sempurna adalah pasar yang memiliki karaktersitik sebagai berikut.

a.    Homogenitas Produk {Homogeneous Product), yaitu produk yang diperjualbelikan homogen atau sejenis.

1.     Pengetahuan Sempurna (.Perfect Knowledge), yaitu pengetahuan konsumen dan produsen sempurna tentang produk dan harga sehingga tidak ad a satu orang produsen dan konsumen pun yang bisa menentukan harga, harga ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran yang berinteraksi secara alami di pasar.

2.     Output Perusahaan Belatif Kecil (Small Relativity Output), yaitu jumlah barang di pasar sangat banyak sehingga output perusahaan hanya bagian kecil dari output yang ada di pasar.

Perusahaan Menerima Harga yang Ditentukan Pasar {Price Taker), yaitu harga ditentukan oleh mekanisme pasar, hasil interaksi secara alamiah antara permintaan dan penawaran. Keleluasaan Keluar Masuk Pasar {Free Entry and Exit). Yaitu terdapat kebebasan bagi penjual dan pembeli untuk keluar masuk pasar tanpa hambatan masuk atau hambatan keluar.


2.  Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang memiliki karakteristik kebalikan dari pasar persaingan sempurna. Pada pasar ini, penjual bisa menentukan harga dan jumlah barang sehingga diperoleh keuntungan yang maksimal, barang-barang yang diperjualbelikan terdiferensiasi yaitu untuk jenis yang sama memiliki berbagai variasi atau ragam corak dan bentuk, sehingga konsumen dapat membedakan dan melakukan pilihan secara bebas. Barang-barang yang terdiferensiasi tersebut dapat dibedakan melalui kualitas.wama, bentuk,ukuran,merek, aroma, pelayanan dan sebagainya.


·     Peran Iptek terhadap perubahan jenis dan struktur pasar

Electronic Business {e-business) adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Dengan kata lain, e-business merupakan suatu istilah yang digunakan untuk memberi nama pada kegiatan bisnis yang dilakukan dengan memanfaatkan telcnologi internet. Istilah tersebut kali pertama diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusaliaan IBM, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. Adapun e-commerce merupakan transaksi perdagangan yang dilakukan lewat internet atau di kenal juga dengan online trading. E-commerce melibatkan individu dan organisasi yang tidak dibatasi oleh batas teritorial Negara.

E-business, e-commerce, dan online trading ketiganya merupakan istilah yang dapat saling menggantikan dan berkaitan dengan kegiatan jual beli yang memanfaatkan perkembangan IPTEK, khususnya internet. Contoh website yang menjadi penyelenggara bertemunya penjual dan pembeli di pasar dunia diantaranya www.tokopedia.com,wwav.lazada.com, www.olx.com, www. daganghalal.com, wvvw.bukalapak.com, dan sebagainya.

Berkeinbangnya e-business memberikan manfaat bagi pembeh dan penjual dalam bertransaksi di pasar, diantaranya sebagai berikut berikut.

1.     Memperpendek jarak, jarak antara pembeli dan penjual menjadi semakin dekat dengan adanya bantuan internet.

2.    Perluasan pasar, jangkauan pasar dari produk yang ditawarkan penjual semakin luas dan dapat mencapai seluruh pelosok dunia.

3.    Perluasan jaringan mitra kerja, baik produsen maupun konsumen dari berbagai belahan dunia, tanpa batas Negara, dapat saling bermitra dalam mengembangkan kegiatan ekonominya.

4.    Biaya lebih efisien, interaksi antara penjual dan pembeh tidak harus secara fisik bertemu, melainkan dibantu oleh perangkat teknologi yang canggih, sehinggamengurangi biaya transportasi. Penyediaan barangdan jasa juga cukup dengan menampilkan gambar atau photo dari produk yang diperjualbelikan, sehingga tidak perlu membangun atau menyewa ruangan toko khusus yang menyajikan produk tersebut. Dari aspek tenaga kerja juga produsen bisa lebih efisien, karena tidak diperlukan banyak tenaga kerja, pekerjaan dapat dikerjakan oleh aplikasi komputer yang bekerja 24 jam.

5.    Meningkatkan citra perusahaan, citra perusahaan dapat secara cepat berkembang karena jangkauan internet yang sangat luas dan masif.

6.    Menyederhanakan proses layanan, dengan layanan internet maka para konsumen tidak perlu antri dalam memesan produk, cukup membukan komputer atau smart phone di rumah masing-masing dan secara mandiri melakukan pemesanan produk sesuai dengan yang diinginkan, proses pembayaran juga dapat lebih mudah dan praktis dengan memanfaatkan layanan transaksi nontunai melalui ATM, Elektronik Banking, dan sebagainya.

7.    Mempermudah akses informasi, informasi1, produk dapat secara mudah dan cepat menyebar ke seluruh dunia, sehingga masyarakat calon pembeli dapat dengan mudali mengakses informs kapan dan dimana saja.

Semakin berkembangnya kegiatan jual beli dengan menggunakan perangkat internet, mendorong semakin berkembangnya jenis pasar abstrak dan semakin mempermudah proses transaksi antara penjual dan pembeli. Jika clilihat dari pelaku ekonominya, pasar dunia maya di Indonesia masih berstruktur ohgopoli, karena pelalcunya masih beberapa, hal tersebut diantaranya dikarenakan belum seluruh wilayah Indonesia memiliki akses internet yang memadai, ke depan dengan semakin luasnya jangkauan akses internet di Indonesia, struktur pasar dunia maya dapat bergeser menjadi struktur persaingan monopolistic.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad